MATERI 2
TEXT SUMMARIZATION
Text summarization adalah
proses mengurangi dokumen teks dengan program komputer untuk menciptakan sebuah
ringkasan yang mempertahankan poin yang paling penting dari dokumen asli. .
Metode Ekstraksi bekerja dengan memilih bagian dari kata yang ada, frase, atau
kalimat dalam teks asli untuk membentuk ringkasan.Sebaliknya, metode abstraksi
membangun sebuah representasi semantik internal dan kemudian menggunakan teknik
bahasa generasi alami untuk membuat ringkasan yang lebih dekat dengan meringkas
secara manual . Metode The state-of-the-art abstraktif masih cukup lemah,
sehingga sebagian besar penelitian telah difokuskan pada metode ekstraktif.
Suatu
artikel yang memiliki ukuran yang panjang, akan mengakibatkan pembaca akan
sangat kesulitan bila harus membaca dan menyerap semua informasi dari artikel
tersebut. Text Summarization akan menghasilkan suatu produk teks yang tetap
memiliki/ mengandung bagian-bagian yang penting dari artikel asli. Hasil
pengujian menunjukkan bahwa proses summary sangat bergantung pada jenis dan struktur
dari artikel. Sistem akan menghasilkan summary yang baik bila jenis artikel
yang diproses adalah jenis ilmiah argumentasi. Sedangkan untuk struktur
artikel, bila suatu artikel memiliki banyak paragraf dan disetiap paragraf
memiliki lebih dari dua kalimat maka mendapatkan hasil summary yang baik.
Karakteristik Peringkasan Teks
Terdapat dua pendekatan pada peringkasan teks, yaitu
:
a. Ekstraksi (shallower approaches)
Pada teknik ekstraksi, sistem menyalin unit-unit teks
yang dianggap paling penting atau paling informatif dari teks sumber menjadi
ringkasan. Unit-unit teks yang disalin dapat berupa klausa utama, kalimat
utama, atau paragraf utama. Sedangkan teknik abstraksi melibatkan parafrase
dari teks sumber.
b. Abstraksi (deeper approaches).
Teknik abstraksi
mengambil intisari dari teks sumber, kemudian membuat ringkasan dengan
menciptakan kalimat-kalimat baru yang merepresentasikan intisari teks sumber
dalam bentuk berbeda dengan kalimat-kalimat pada teks sumber. Pada umumnya,
abstraksi dapat meringkas teks lebih kuat daripada ekstraksi, tetapi sistemnya
lebih sulit dikembangkan karena mengaplikasikan teknologi natural language
generation yang merupakan bahasan yang dikembangkan tersendiri.
Berdasarkan jumlah sumbernya, sebuah ringkasan dapat dihasilkan dari satu sumber (single-document) atau dari banyak sumber (multi-document). Peringkasan single-document masukannya berupa sebuah teks dan keluarannya berupa sebuah teks baru yang lebih singkat. Pada peringkasan multi-document, masukan adalah beberapa dokumen teks yang memiliki tema sama, biasanya sudah ada dalam satu klaster kemudian akan dihasilkan keluaran berupa sebuah teks yang lebih singkat yang merangkum informasi-informasi utama pada klaster masukan.
Suatu ringkasan dapat bersifat general, yaitu ringkasan
yang berupaya mengambil sebanyak mungkin informasi penting yang mampu
menggambarkankeseluruhan isi teks. Selain itu dapat juga informasi yang diambil
untuk ringkasan berdasar pada querymasukan yang didefinisikan pengguna sistem.
Queryoriented atau user-oriented summarization mencoba mengambil informasi yang
relevan dengan query pengguna dan menampilkannya dalam bentuk ringkasan.
Berdasarkan fungsinya, sebuah ringkasan dapat memiliki
sifat indicative, informative, atau evaluative. Ringkasan informativeberfungsi
menyajikan informasi utama atau yang paling penting dari teks sumber. Ringkasan
indicative memberikan saran untuk pembacaan lebih lanjut mengenai hal-hal
tertentu dalam isi teks. Sedangkan ringkasanevaluative memberi komentar atau evaluasi
terhadap informasi utama pada teks sumber.
Metode Secara Umum
Metode dalam penerapan Text Summarization ini adalah
menggunakan metode TF-IDF (Terms Frequency – Inverse Document Frequency) dan
Exhaustive algorithm. Metode TF-IDF berfungsi untuk menghitung bobot nilai dari
setiap kalimat dan relasi antar kalimat. Sedangkan Exhaustive algorithm
berfungsi untuk menghasilkan path dari setiap penelusuran titik-titik pada
graph. Dan kemudian hasil path tersebut akan menjadi suatu summary.
Metode Text Summarization terdapat 3 metode secara umum yaitu :
a. Extraction-based summarization
Dua jenis summarization sering dibahas dalam literatur
adalah ekstraksi keyphrase, di mana tujuannya adalah untuk memilih kata-kata
individu atau frase untuk “tag” sebuah dokumen, dan summarization dokumen, di
mana tujuannya adalah untuk memilih seluruh kalimat untuk membuat ringkasan
paragraf pendek.
Pada 2012, Light Filtering, salah satu metode yang
digunakan untuk summarization kalimat dari dokumen yang dinilai menuju konten
utamanya, menunjukkan hasil yang baik untuk menggunakan summarization
pre-processing langkah sebelum ekstraksi keyphrase.
b. Abstraction-based summarization
Teknik ekstraksi hanya menyalin informasi yang dianggap
paling penting oleh sistem untuk ringkasan (misalnya, klausa kunci, kalimat
atau paragraf), sedangkan abstraksi melibatkan parafrase bagian dari dokumen
sumber. Secara umum, abstraksi dapat menyingkat teks lebih kuat dari ekstraksi,
tetapi program yang bisa melakukan hal ini lebih sulit untuk mengembangkan
karena mereka memerlukan penggunaan teknologi natural language generation.
Sementara beberapa proses telah dilakukan dalam
abstractive summarization (menciptakan sinopsis abstrak secara manual),
sebagian besar sistem summarization adalah ekstraktif (memilih subset dari
kalimat untuk menempatkan dalam ringkasan).
c. Maximum entropy-based
summarization
Meskipun automating abstractive summarization adalah
tujuan dari penelitian summarization, sistem yang paling praktis didasarkan
pada beberapa bentuk adalah summarization ekstraktif. Maximum entropy-based
summarization telah berhasil diterapkan untuk summarization dalam domain siaran
berita
Pendekatan Teks Summarization terdapat dua pendekatan, yaitu:
a. Ekstraksi (extractive summary)
Pada teknik ekstraksi, sistem menyalin unit-unit teks
yang dianggap paling penting dari sebuah teks menjadi ringkasan. Unit-unit teks
yang disalin dapat berupa klausa utama, kalimat utama, atau paragraph utama
tanpa ada penambahan kalimat-kalimat baru yang terdapat pada dokumen aslinya.
b. Abstraksi (abstractive summary)
Teknik abstraksi menggunakan metode linguistic untuk
memeriksa dan menafsirkan teks dokumen menjadi ringkasan. Ringkasan teks
tersebut dihasilkan dengan cara menambahkan kalimat-kalimat baru yang
merepresentasikan intisari teks sumber ke dalam bentuk yang berbeda dengan
kalimat-kalimat yang ada pada teks sumber.
Tipe Peringkasan Teks Otomatis
a. Ringkasan yang umum (Generic Summary)
* Perwakilan dari teks
asli yang mencoba untuk mempresentasikan semua feature penting dari sebuah teks
asal.
* Mengikuti
pendekatan bottom-up (Information Retrieval).
* Pemakai menginginkan segala informasi yang penting.
b. Ringkasan Berpusat pada Pemakai (Query-driven)
* Peringkasan bersandar pada spesifikasi kebutuhan
informasi pemakai, seperti topic atau query.
* Mengikuti pendekatan top-down (information Retrieval)
Bentuk Keluaran Peringkasan Teks Otomatis
a. Indicative
Indicative adalah ringkasan yang dapat mengidentifikasi
topic yang terdapat pada teks sumber dan dapat memberikan ide ringkas tentang
apa yang tertuang dalam teks sumber.
b. Informative
Informative adalah ringkasan yang dapat mengidentifikasi
informasi tertentu dari dokumen sumber.
Tahapan Peringkasan Teks Otomatis
a. Interpretation
Pada proses ini merupakan menafsir teks sumber untuk
mendapatkan representasi dari teks.
b. Transformation
Pada proses ini adalah mengubah representasi teks menjadi
sebuah representasi ringkasan teks.
c. Generation
Pada proses ini merupakan ringkasan teks dari
representasi ringkasan teks.
Komentar
Posting Komentar