MATERI 1
CLUSTERING
Clustering merupakan
proses pembagian (partisi) atau pengelompokan data. Menurut Jyoti Bora dan
Kumar Gupta, clustering adalah suatu proses pembagian
elemen-elemen data ke dalam kelompok yang berbeda (disebut sebagai cluster)
sedemikian rupa sehingga elemen-elemen data dalam suatu kelompok memiliki
kesamaan yang tinggi dan elemen-elemen data pada kelompok tersebut berbeda
dengan elemen-elemen yang berada dalam kelompok lain.
Istilah “kesamaan” yang dimiliki elemen-elemen data harus dipahami sebagai kesamaan secara matematis, dimana ukurannya dapat didefinisikan dengan baik. Kesamaan dapat juga didefinisikan sebagai ukuran jarak. Jarak dapat diukur dari vektor data itu sendiri atau sebagai sebuah jarak dari sebuah vektor data terhadap pusat cluster (Babuska, 2009: 60). Pusat cluster biasanya tidak diketahui sebelumnya. Pusat cluster akan terlihat ketika algoritma clustering telah disimulasikan untuk pembagian data. Algoritma clustering tidak hanya ditunjukkan bagaimana bentuk dan isi dari tiap cluster, tetapi juga dengan relasi dan jarak antar cluster.
Clustering adalah suatu metode pengelompokan berdasarkan ukuran kedekatan (kemiripan). Clustering berbeda dengan group, group berarti kelompok yang sama. Tetapi, cluster tidak harus sama akan tetapi pengelompokannya berdasarkan pada kedekatan dari suatu karakteristik sample yang ada, salah satunya dengan menggunakan rumus jarak ecluidean. Aplikasinya cluster ini sangat banyak, karena hampir dalam mengidentifikasi permasalahan atau pengambilan keputusan selalu tidak persis akan tetapi cenderung memiliki kemiripan saja.
Metode clustering menurut strukturnya dibagi menjadi dua yaitu :
Metode pengelompokan hirarki memiliki aturan satu data
tunggal bisa dianggap sebagai sebuah
kelompok, dua atau lebih kelompok kecil dapat bergabung
menjadi satu kelompok besar dan begitu seterusnya hingga semua data dapat
bergabung menjadi satu kelompok. Metode clustering hirarki merupakan
satu-satunya metode yang masuk kedalam kategori pengelompokan
hirarki. Metode partitioning membagi set
data kedalam sejumlah kelompok yang tidak tumpang tindih (overlap) antara satu kelompok dengan kelompok yang lain artinya setiap data hanya menjadi
anggota satu kelompok. Metode seperti K-Means dan DBSCAN masuk dalam kategori
pengelompokan partitioning.
Metode clustering menurut keanggotaan dalam kelompok dibagi menjadi dua, yaitu eksklusif dan tumpang-tindih. Metode tersebut termasuk kategori eksklusif jika sebuah data hanya menjadi anggota satu kelompok dan tidak menjadi anggota kelompok yang lain.
Clustering K-Means
Algoritma K-Means merupakan
algoritma pengelompokan iterative yang melakukan partisi set data ke dalam
sejumlah K cluster yang sudah ditetapkan di awal. Algoritma K-Means
sederhana untuk diimplemtasikan dan dijalankan,
relative cepat,
mudah beradaptasi, umum penggunaannya dalam praktek.
Secara historis, K-Means
menjadi salah satu algoritma yang paling penting dalam bidang
data mining (Wu dan Kumar, 2009). K-Means
merupakan salah satu metode data
clustering non hirarki yang berusaha
mempartisi data yang ada ke dalam bentuk satu atau lebih
cluster atau kelompok.
Tujuan pekerjaan pengelompokan (clustering) data dapat dibedakan menajadi dua, yaitu pengelompokan untuk pemahaman dan pengelompokan untuk penggunaan. Jika tujuannya untuk pemahaman, kelompok yang terbentuk harus menangkap struktur alami data, bisanya proses pengelompokan dalam tujuan ini hanya sebagai proses awal untuk kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan inti seperti peringkasan atau summarization (rata–rata, standart deviasi), pelabelan kelas pada setiap kelompok untuk kemudian digunakan sebagai data latih klasifikasi, dan sebagainya.
Metode-Metode Cluster Hirarki
a. Metode Single-linkage
Input untuk algoritma single linkage bisa berwujud jarak
atau similarities antara pasangan-pasangan dari objek-objek. Kelompok-kelompok
dibentuk dari entities individu dengan menggabungkan jarak paling pendek atau
similarities (kemiripan) yang paling besar. Pada awalnya, kita harus menemukan
jarak terpendek dalam D= {dik} dan menggabungkan objek-objek yang
bersesuaian misalnya, U dan V, untuk mendapatkan
cluster (UV). Untuk langkah (3) dari algoritma di atas jarak-jarak
antara (UV) dan cluster W yang lain dihitung dengan
cara
d(
UV ) W = min{ dUW,dVW }
Disini besaran-besaran dUW dan dVW berturut-turut
adalah jarak terpendek antara cluster-cluster U dan W dan
juga cluster-cluster V dan W.
b. Metode Complete-linkage
Complete linkage memberikan kepastian bahwa semua
item-item dalam satu cluster berada dalam jarak paling jauh ( similaritas
terkecil) satu sama lain. Algoritma aglomerative pada umumnya dimulai dengan
menentukan entri (elemen matriks) dalam D= {dik} dan menggabungkan objek-objek
yang bersesuaian misalnya U dan V untuk mendapatkan cluster (UV). Untuk langkah
(3) dari algoritma di atas jarak-jarak antara cluster (UV) dan cluster Wyang
lain dihitung dengan cara
d(
UV ) W = maks{ dUW,dVW }
Di sini besaran-besaran dUW dan dVW berturut-turut
adalah jarak antara tetangga terdekat cluster-cluster U dan W dan
juga cluster-cluster V dan W.
c. Metode Average-linkage
Average linkage memperlakukan jarak antara dua cluster
sebagai jarak rata-rata antara semua pasangan item-item di mana satu anggota
dari pasangan tersebut kepunyaan tiap cluster. Mulai dengan mencari matriks
jarak D={dik} untuk memperoleh objek-objek paling dekat (paling mirip)
misalnya U dan V. Objek-objek ini digabungkan
untuk membentuk cluster (UV). Untuk langkah (3) dari algoritma di atas
jarak-jarak antara(UV) dan cluster W yang lain
ditentukan oleh
di mana dik adalah jarak antara
objek i dalam cluster (UV) dan objek k dalam
cluster W, dan Nuv
dan Nw berturut-turut adalah banyaknya item-item
dalam cluster (UV) dan W.
Labeling
Pengertian Labeling (bahasa Inggris: Tag) adalah
penanda.
Dalam sistem online komputer, label (tag) adalah kata
kunci non hierarki atau tidak bertingkat yang tugasnya adalah menunjukkan
potongan-potongan informasi (seperti petunjuk internet,gambar digital,atau file
komputer). Label merupakan jenis metadata yang membantu untuk menjelaskan suatu
hal dan memungkinkan hal tersebut ditemukan ketika melakukan pencarian
(browsing)
Label umumnya dipilih langsung secara informal oleh
pembuat item atau penampil item,tergantung pada sistem. Istilah penandaan
(tagging) dipopulerkan oleh situs yang berhubungan dengan Web 2.0 dan menjadi
fitur penting di banyak layanan Web 2.0. Tagging sekarang juga menjadi bagian
dari software desktop.
Sejarah dan Konteks
Penandaan atau pelabelan berfungsi untuk membantu
mengklasifikasi, menandai kepemilikan, mencatat batasan, dan menunjukkan
identitas online. Penandaan atau pelabelan dapat menggunakan tanda identifikasi
yakni melalui bentuk kata-kata atau gambar.
Contoh penganalogian label dalam bentuk fisik di dunia ini adalah coretan ( grafiti ) dan pemberian tanda pada objek “museum”. Dalam organisasi informasi, fungsi tekstual dari kata kunci (keywords) adalah sebagai bagian dari identifikasi dan klasifikasi yang muncul sebelum komputer ada. Sekarang pencarian berbasis komputer menggunakan fungsi kata kunci sebagai cara cepat dalam mencari data yang tersimpan. Database online dan internet serta situs awal digunakan penerbit untuk membantu penggunanya mencari konten yang diinginkan.
Pada tahun 2003, website social bookmarking Delicious memberikan cara bagi penggunanya untuk menambahkan tag atau label pada bookmarks mereka yang nantinya juga mempermudah penggunanya dalam proses pencarian item. Delicious juga menyediakan tampilan agregat browseable dari bookmark semua pengguna yang menampilkan label tertentu.
Berikut ini contoh dari Labeling :
a. Blog
Banyak dari sistem blog yang mengizinkan pembuatnya untuk menambah free-form tags di dalam postingan sekaligus menempatkan postingan ke dalam kategori. Contohnya,sebuah postingan dapat ditampilkan pada sesuatu yang sudah ditandai (tagging) dengan istilah baseball atau tickets.
Banyak dari sistem blog yang mengizinkan pembuatnya untuk menambah free-form tags di dalam postingan sekaligus menempatkan postingan ke dalam kategori. Contohnya,sebuah postingan dapat ditampilkan pada sesuatu yang sudah ditandai (tagging) dengan istilah baseball atau tickets.
Masing-masing dari label ini biasanya adalah sebuah link
situs yang mengarah ke sebuah halaman daftar index yang berisi segala sesuatu
yang berhubungan dengan label tersebut. Blog biasanya mempunyai sebuah sidebar
yang berisi daftar semua label yang sudah digunakan dalam blog tersebut dan
setiap label mengarah ke sebuah halaman index.
b. For an event
Official label adalah kata kunci yang diadopsi dari
peristiwa dan konferensi bagi para peserta yang melakukan publikasi di situs
mereka, seperti catatan blog, foto acara atau peristiwa, dan slide presentasi.
Mesin pencari dapat mengindeksi hal-hal tersebut untuk membuat bahan-bahan yang
lebih relevan dan berhubungan dengan peristiwa yang dicari.
Komentar
Posting Komentar